UINSU Medan Ciptakan Sejarah dengan Pengukuhan 14 Guru Besar dan Pelepasan Satu Purnabakti

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan baru saja melaksanakan sebuah peristiwa monumental dalam sejarah akademiknya dengan menggelar Sidang Senat Terbuka yang diadakan pada tanggal 22 April 2026. Acara ini bertujuan untuk mengukuhkan 14 Guru Besar dan merayakan masa purnabakti satu akademisi terkemuka, berlangsung di Gedung H. M. Arsyad Thalib Lubis, Kampus I Sutomo, dengan penuh khidmat.
Sejarah Baru bagi UINSU Medan
Momen ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan juga sebuah tonggak penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di UINSU Medan. Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar di institusi tersebut kini mencapai 70 orang, menandakan kemajuan signifikan dalam upaya pengembangan akademik. Hal ini merupakan bukti nyata dari komitmen universitas untuk memperkuat basis intelektual di bawah kepemimpinan Rektor, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.
Pernyataan Rektor yang Menginspirasi
Dalam pidatonya, Prof. Nurhayati menekankan arti penting gelar Guru Besar yang lebih dari sekadar simbol prestise. Ia mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah yang memerlukan tanggung jawab besar untuk menjadi penjaga akal sehat masyarakat. Para Guru Besar diharapkan mampu berfungsi sebagai “mercusuar peradaban” yang dapat memberikan arah di tengah berbagai tantangan dan kebingungan nilai yang kerap muncul di masyarakat.
Peran Cendekiawan di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan, kehadiran para cendekiawan ini diharapkan dapat menjembatani dua aspek penting: kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritualitas Islam yang moderat. Rektor menekankan bahwa mereka tidak hanya harus berfungsi sebagai akademisi yang terjebak dalam “menara gading”, tetapi juga harus aktif memberikan kontribusi nyata terhadap tantangan yang dihadapi bangsa.
Inspirasi dari Al-Qur’an
Prof. Nurhayati juga merujuk pada ayat Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah ayat 11 yang menjanjikan pengangkatan derajat bagi mereka yang beriman dan berilmu. Pesan ini mengundang refleksi bagi setiap akademisi untuk terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan pengabdian mereka kepada masyarakat.
Mendorong Iklim Riset dan Tradisi Akademik
Dengan pengukuhan 14 Guru Besar ini, Prof. Nurhayati optimis bahwa iklim riset dan budaya akademik di UINSU Medan akan semakin berkembang, terutama dalam bidang-bidang strategis seperti sains, hukum, komunikasi, dan teknologi. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kemanusiaan dan menjawab berbagai tantangan zaman.
Pelepasan Seorang Purnabakti
Acara tersebut juga mengandung momen emosional, di mana Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A. yang telah memasuki masa purnabakti, diantar dalam prosesi pelepasan. Beliau akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Rektor Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan, memberikan inspirasi kepada generasi berikutnya.
Dukungan dari Komunitas
Kehadiran berbagai tokoh penting pada acara ini, termasuk Bupati Batu Bara yang tengah menempuh studi doktoral di UINSU, menambah kesan meriah di acara tersebut. Rektor juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar para Guru Besar, mengingat peran penting yang dimainkan oleh orang-orang terdekat dalam mencapai gelar tertinggi ini. Dukungan dan pengorbanan mereka sangat berarti di balik setiap kesuksesan yang diraih.
Mengukuhkan Posisi UINSU Medan
Dengan tambahan jajaran profesor yang baru, UINSU Medan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam terkemuka di Indonesia. Semangat untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat merupakan komitmen yang diusung oleh para Guru Besar yang baru dikukuhkan.
Daftar Guru Besar yang Dikukuhkan
Berikut adalah daftar lengkap nama-nama Guru Besar yang dikukuhkan pada kesempatan bersejarah ini:
- Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, S.H.I., M.Hum (Bidang Ilmu Hukum Ketenagakerjaan)
Sementara itu, Guru Besar yang melepas masa purnabakti ialah Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A. (pul).






