Kita Sambut Indonesia Jadi Pusat Konferensi Energi Dunia

Kami menyambut momen ini dengan optimisme. Pengakuan internasional menegaskan posisi kita di panggung global. RE100 yang menaungi lebih dari 430 perusahaan menulis kepada presiden pada 9 September 2024 untuk mendorong ambisi terbarukan. ABB melihat potensi besar berkat cadangan lokal dan lokasi strategis di Asia Pasifik.
Kami percaya status ini membuka peluang diplomasi, investasi, dan pertukaran teknologi. METI menekankan pentingnya ekosistem agar energi bersih dapat diakses luas. Diskusi pada november 2025 akan menjadi etalase kebijakan, proyek, dan inovasi yang nyata.
Kita akan membahas sumber daya, kebijakan, pembiayaan, dan kolaborasi industri secara runtut. Tujuannya agar peran sebagai pusat tidak sekadar nama, melainkan penggerak transformasi yang memberi manfaat ekonomi dan pekerjaan bagi negara.
Momen yang Kita Sambut: Profil Indonesia Terangkat di Pentas Energi Global
Momentum internasional terbaru mengangkat profil kita sebagai aktor penting dalam transisi energi regional. Kami melihat peluang nyata untuk mengubah perhatian global menjadi komitmen yang konkret.
Latar waktu: dinamika kebijakan dan pasar terbaru
Pada 9 September 2024, lebih dari 430 perusahaan anggota RE100 menulis kepada presiden untuk mendorong ambisi energi terbarukan. Tekanan ini datang bersamaan dengan janji lebih dari 130 negara di COP28 untuk memperbesar kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali pada 2030.
Mengapa status ini penting bagi diplomasi dan investasi
Menjadi tuan rumah pertemuan besar memberi kita akses langsung ke investor, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri. Forum semacam itu mempercepat dialog menjadi kesepakatan yang mendukung target nasional dan kesiapan menghadapi aturan karbon seperti CBAM UE.
- Sinyal pasar menuntut kejelasan kebijakan dan target.
- Pertemuan pada november 2025 jadi momen promosi proyek dan komunikasi soal implementasi.
- Isu iklim memengaruhi daya saing dan keputusan investasi.
| Driver | Efek | Aksi yang Kita Dorong |
|---|---|---|
| Seruan RE100 (9 Sep 2024) | Kenaikan ekspektasi pasar | Perjelas target transisi energi dan insentif |
| Janji COP28 | Benchmark global baru | Percepat proyek energi terbarukan |
| Regulasi karbon internasional | Risiko pasar ekspor | Skema kepastian kebijakan dan adaptasi rantai pasok |
Kita harus menghubungkan panggung dunia dengan kebutuhan negara. Hasilnya harus terasa pada infrastruktur, kapasitas, dan lapangan kerja di dalam negeri.
Posisi dan Potensi: Indonesia di Pusat Transisi Energi Asia Tenggara
Potensi sumber daya terbarukan kita memberi fondasi kuat untuk pergeseran kapasitas listrik bersih di kawasan.
Cadangan terbarukan dan angka kunci
ABB mencatat indonesia memiliki lebih dari 550 GW tenaga surya, 450 GW angin, 100 GW air, 10 GW panas bumi, dan 20 GW biomassa. Data ini menunjukkan skala besar terbarukan yang bisa dikonversi menjadi proyek utilitas dan sistem desentralisasi.
Konektivitas regional dan peluang pasar
Kedekatan geografis dengan pasar hidrogen di Jepang, Korea Selatan, dan Singapura membuka jalur ekspor dan pembangunan rantai nilai. Permintaan hidrogen regional diperkirakan mencapai jutaan ton per tahun, menciptakan pasar baru untuk produksi bersih.
Kebutuhan dan perencanaan kapasitas
Sebagai konsumen energi terbesar di asia tenggara, tekanan pada kebutuhan energi dan sistem listrik terus meningkat. Kita membutuhkan perencanaan kapasitas yang tangguh, integrasi intermitensi, dan jaringan pintar agar pasokan andal dan terjangkau.
| Sumber daya | Kapasitas terukur | Peluang aksi |
|---|---|---|
| Surya, angin, air | >1.100 GW total | Skala utilitas & PPA |
| Panas bumi, biomassa | ~30 GW | Beban dasar dan dekarbonisasi |
| Penyimpanan CO2 & gas | Peluang penyimpanan besar | Teknologi CCUS dan ekspor |
Kita harus mengonversi potensi ini menjadi proyek bankable melalui pembiayaan, standar teknis, dan kebijakan yang jelas. Langkah itu akan memperkuat peran energi indonesia dalam transisi regional dan memberi manfaat ekonomi lokal.
Indonesia Jadi Pusat Konferensi Energi Dunia: Makna Strategis bagi Transisi dan Ekonomi
Kami melihat kesempatan untuk menampilkan roadmap dekarbonisasi yang jelas dan dapat diukur. RE100 menilai kepemimpinan kuat kita dapat memperkuat posisi geopolitik dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
ABB menekankan bahwa kebijakan yang tepat dan eksekusi kolaboratif membuat transisi energi menjadi indikator transformasi menuju ekonomi maju. JETP menetapkan target on-grid pada 2030 yang memberi arah bagi sektor kelistrikan.
Pertemuan pada november 2025 akan menjadi momen penting untuk menurunkan persepsi risiko investor melalui bukti capaian dan target yang konsisten.
- Menegaskan kepemimpinan dan roadmap untuk meningkatkan kepercayaan investor.
- Mempercepat dekarbonisasi lintas sektor lewat teknologi, pendanaan, dan proyek percontohan energi bersih.
- Mendorong tata kelola lintas lembaga agar proyek besar berjalan cepat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
| Aspek | Dampak | Aksi |
|---|---|---|
| Kepemimpinan global | Meningkatkan posisi dan kepercayaan | Publikasi roadmap dan capaian |
| Target & eksekusi | Turunkan persepsi risiko | Penetapan target terukur dan transparansi |
| Ekonomi & pekerjaan | Pertumbuhan ekonomi hijau | Skema investasi dan pelatihan tenaga kerja |
Dorongan Industri Global: Seruan RE100 untuk Akselerasi Energi Terbarukan

Kita menerima tekanan kuat dari lebih 430 perusahaan anggota RE100 yang meminta langkah nyata. Mereka mendesak penetapan target bauran energi terbarukan ≥34% pada 2030 dan percepatan interkoneksi proyek agar kapasitas tidak terhambat di jaringan.
Target yang diminta dan urgensi jaringan
Permintaan ini menyorot kebutuhan agar proyek bisa segera mengalirkan listrik rendah emisi ke konsumen industri. Konsumsi listrik anggota RE100 sekitar 2,1 TWh terhadap penjualan nasional 285 TWh (2023), sehingga akses langsung penting untuk mencapai target korporasi.
Mekanisme kunci untuk pengadaan
- Power wheeling dan direct PPA membuka saluran pembelian listrik hijau secara langsung.
- REC dan green tariff menambah fleksibilitas bagi pembeli dan penjual.
- Perlu perluasan kuota PLTS atap sebagai solusi cepat dan scalable untuk permintaan korporasi.
| Mekanisme | Fungsi | Manfaat |
|---|---|---|
| Direct PPA | Kontrak pasokan listrik | Menurunkan risiko pembiayaan |
| Power wheeling | Transaksi lintas jaringan | Percepat interkoneksi proyek |
| REC / Green tariff | Sertifikasi & harga hijau | Buka pasar pembeli komersial |
Daya saing dan risiko perdagangan
Kita harus ingat bahwa CBAM UE dan tarif karbon Australia mengancam margin ekspor jika intensitas emisi produk tinggi. Konsistensi kebijakan dan dukungan pasar akan mendorong pengembangan energi terbarukan dan membantu menjaga daya saing industri.
Kebijakan, Pembiayaan, dan Tata Kelola: Landasan Menuju Emisi Nol Bersih
Kita harus menyelaraskan kebijakan dan aliran modal agar transisi bisa berjalan cepat dan adil. JETP memobilisasi US$20 miliar publik-swasta untuk mendukung aksi nyata di sektor energi dan listrik.
JETP US$20 miliar: target 44% pembangkit dan ambang emisi
JETP menetapkan target pangsa pembangkit listrik terbarukan on-grid 44% dan ambang emisi sektor listrik 250 juta ton CO2e pada 2030. Target ini memberi arah investasi dan penjadwalan pengurangan pembangkit berbahan bakar fosil.
Rencana Kebijakan Energi Nasional: konsistensi dan implementasi
Kita mendorong kepastian regulasi dalam KEN untuk menurunkan biaya modal dan mempercepat financial close. Insentif fiskal, pasar karbon, dan dukungan teknologi harus terintegrasi dengan tata kelola perizinan yang ramping.
| Aspek | Dampak | Aksi |
|---|---|---|
| Target & pembiayaan | Menarik investasi | Skema blended finance & green bonds |
| Teknologi & kapasitas | Turunkan LCOE | Storage, digitalisasi, grid-forming inverter |
| Tata kelola | Percepat proyek | Integrasi izin, akses lahan, interkoneksi |
Peluang Ekonomi: Investasi, Industri Hijau, dan Inovasi Teknologi

Pasar regional kini membuka peluang komersial yang nyata untuk investasi berbasis hidrogen dan manufaktur komponen hijau.
Hidrogen bersih: peluang produsen regional terkemuka dan penyimpanan CO2
ABB menilai potensi kita mendukung peran sebagai produsen hidrogen dan amonia regional. Dukungan panas bumi dan surya serta penyimpanan CO2 yang besar memberi keunggulan biaya.
Kedekatan dengan pasar Jepang, Korea Selatan, dan Singapura—dengan permintaan sekitar 4 juta ton per tahun—memperkuat prospek ekspor dan logistik.
Manufaktur dan rantai pasok: kebutuhan energi bersih bagi investor global
Untuk menarik investor manufaktur, kita harus menyediakan listrik rendah karbon yang andal melalui mekanisme seperti direct PPA, REC, dan green tariff.
Kami juga melihat peluang manufaktur panel surya, turbin angin, baterai, dan peralatan grid yang memperdalam rantai pasok dan menciptakan lapangan kerja.
- Kami memetakan peluang investasi hidrogen bersih dari produksi hingga penyimpanan dan aplikasi industri.
- Kebijakan pasar dan jaringan menjadi penentu keputusan investasi untuk akses daya rendah emisi.
- Teknologi proses dan digitalisasi akan menurunkan losses dan percepat skala produksi.
- Skema pembiayaan jangka panjang dan jaminan offtake penting agar proyek mencapai bankability.
| Segmen | Peluang | Aksi |
|---|---|---|
| Hidrogen & amonia | Ekspor regional | Standar kualitas & infrastruktur logistik |
| Manufaktur komponen | Penguatan rantai pasok | Insentif investasi dan tenaga kerja terampil |
| Pembiayaan proyek | Bankability | Kontrak jangka panjang & jaminan offtake |
Kita mengajak pelaku usaha untuk menyiapkan roadmap dekarbonisasi pabrik dan integrasi efisiensi energi. Dukungan untuk investasi yang terfokus dan inovasi teknologi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan potensi pengembangan energi terbarukan di pasar regional.
Kolaborasi untuk Aksi: Peran Pemerintah, METI, dan Pelaku Usaha
Aksi terpadu dari kementerian, pemerintah, dan pembiaya akan mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di lapangan. Kita menempatkan METI sebagai penggerak utama untuk membuka akses dan membangun ekosistem agar energi bersih terakses luas.
Percepatan pemanfaatan energi terbarukan periode 2025–2028
Menuju kepengurusan METI 2025–2028, tokoh lintas latar disiapkan untuk mendorong pemanfaatan. Kementerian Perindustrian, melalui Apit Pria Nugraha, mendukung penurunan emisi di industri dan adaptasi kriteria teknis RE100.
Standar industri hijau: adaptasi kriteria teknis
Kita menekankan standar yang transparan agar penurunan emisi sektor terukur dan kredibel. Standar ini membantu pelaku usaha menyusun portofolio proyek, audit energi, dan elektrifikasi proses.
- Koordinasi pemerintah dan METI untuk sinkronisasi kebijakan pusat-daerah.
- Penguatan standar hijau dengan adaptasi kriteria RE100 untuk pengukuran emisi.
- Pelatihan tenaga kerja dan transfer teknologi agar adopsi rendah karbon merata.
- Forum tematik sekitar november 2025 untuk mempertemukan penyedia teknologi, pembiaya, dan pengguna akhir.
| Peran | Aksi | Target |
|---|---|---|
| METI | Fasilitasi kebijakan & ekosistem | Pemanfaatan energi terbarukan |
| Kementerian Perindustrian | Adaptasi kriteria teknis | Penurunan emisi industri |
| Pelaku usaha | Pilot project & MoU | Portofolio bankable |
Kita mengakhiri dengan ajakan: tanda tangan MoU, pilot project, dan standardisasi pelaporan demi mendukung transisi energi indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab terhadap iklim.
Kesimpulan
Saatnya mempercepat langkah agar potensi sumber daya terwujud menjadi listrik rendah karbon. Kita memiliki potensi besar: >550 GW surya, 450 GW angin, 100 GW air, 10 GW panas bumi, dan 20 GW biomassa. JETP dan seruan RE100 memberi kerangka target on‑grid dan ambang emisi yang harus kita capai.
Kombinasi kebijakan tepat, pembiayaan, dan eksekusi proyek akan memperkuat sistem listrik, menambah kapasitas, dan menurunkan emisi. Pemanfaatan energi efisien, baterai, dan solusi jaringan penting untuk menjaga kualitas daya dan menanggulangi variabilitas.
Kita mengajak semua pihak menjaga momentum menuju november 2025, pamerkan proyek, selaraskan standar, dan perkuat komitmen regional. Pelajari hasil perjanjian lewat Diplomasi Energi Hijau dan mari bersama menegaskan langkah dekarbonisasi yang adil, tahan gangguan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.






