Kota Pintar Indonesia Masuk Daftar Top 10 Dunia: Prestasi Kami

Kami membuka laporan ini dengan satu pesan sederhana: peringkat di smart city index bukan sekadar angka. Indeks IMD menilai 142 kota sejak 2019 dengan kriteria ekonomi, teknologi, dan dimensi kemanusiaan.
Data terakhir menunjukkan tiga kota kita tercatat dalam daftar global, dan posisi ini menjadi kompas untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Fokus kami adalah menerjemahkan peringkat menjadi program nyata yang menyentuh layanan publik dan lingkungan.
Kami ingin memetakan prioritas, dari teknologi yang tepat guna hingga kebijakan inklusif. Melalui city index, kita menilai apakah inisiatif digital benar-benar memudahkan hidup warga dan memperbaiki kualitas layanan.
Kami akan mengulas langkah konkret yang bisa diambil, dengan pendekatan human-centric yang mendengarkan kebutuhan warga. Tujuan kami jelas: mengarahkan teknologi untuk menyelesaikan masalah nyata dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
Kota Pintar Indonesia Masuk Daftar Top 10 Dunia
Hasil survei dari 142 kota dunia membuka ruang evaluasi bagi program teknologi yang berdampak langsung pada warga.
Lead berita: apa arti pengakuan ini bagi kota-kota
Kami melihat pengakuan smart city bukan sekadar peringkat. Ini adalah momentum untuk mempercepat perbaikan layanan yang dirasakan oleh warga nya.
Konteks waktu: rilis Smart City Index terbaru dan arah 2024-2025
Smart City Index 2024 oleh institute management development melibatkan survei warga di 142 kota dan menilai pemanfaatan teknologi, ekonomi, kualitas hidup, lingkungan, dan inklusivitas.
Rilis dunia 2024 menempatkan satu kota Asia di jajaran atas, sementara tiga kota kita tercatat di posisi menantang. Fokus 2024-2025 kami adalah program yang meningkatkan kualitas hidup dan memangkas kesenjangan layanan.
Pesan utama: teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan inklusivitas
Kami memilih teknologi berdasarkan dampak sosial dan kemampuan menjangkau kelompok rentan.
- City index jadi peta jalan objektif untuk menyusun prioritas layanan.
- Survei warga membantu menentukan fokus: mobilitas, kesehatan, keamanan, dan pekerjaan.
- Konsistensi pelaksanaan dan evaluasi rutin akan mencerminkan perbaikan dalam smart city indeks.
Data resmi IMD Smart City Index: peringkat global, Asia Tenggara, dan posisi Indonesia

Kami melihat laporan IMD sebagai titik tolak untuk menilai kekuatan layanan publik dan celah yang harus diperbaiki. Data 2024 memetakan indikator nyata yang menentukan kualitas hidup dan akses warga sehari-hari.
Papan atas global
Smart city index menempatkan Zurich, Oslo, Geneva, Canberra, dan Singapura di posisi teratas. Peringkat ini mencerminkan keseimbangan antara ekonomi, teknologi, dan pelayanan publik yang efisien.
Region Asia Tenggara
Di kawasan, Singapura memimpin, diikuti oleh Kuala Lumpur, Bangkok, dan Hanoi. Beberapa kota-kota regional termasuk Jakarta, Ho Chi Minh City, Medan, Makassar, dan Manila dalam pemetaan perkembangan.
| Nama | Peringkat | Transportasi (skor) | Kesehatan / Kerja (skor) |
|---|---|---|---|
| Jakarta | peringkat 103 | 83,2 | 81,1 / 81 |
| Medan | 112 | 77,8 | — / 77 |
| Makassar | 114 | 72,1 | 74 / 73,9 |
Posisi Jakarta (peringkat 103), Medan (112), dan Makassar (114) dari 142 kota memberi baseline bagi evaluasi tahun depan. Angka-angka ini membantu kami menyusun prioritas perbaikan yang terukur.
Metodologi dan fokus human-centric
Institute management development menggunakan metode campuran: evaluasi ekonomi, teknologi, kualitas hidup, lingkungan, dan inklusivitas. Penilaian berbasis survei warga sejak 2019 menempatkan pengalaman harian—akses transportasi, layanan kesehatan, dan peluang kerja—sebagai inti city index.
Dampak bagi layanan publik dan kualitas hidup warga: bukti, tantangan, dan peluang

Terukur dari survei, layanan digital mulai meringankan beban hidup warga di bidang transportasi dan pekerjaan. Data menunjukkan kepuasan tinggi pada fitur jadwal dan tiket angkutan umum online serta penjadwalan layanan kesehatan online.
Transportasi dan akses digital
Kepuasan pada akses jadwal dan pembelian tiket angkutan umum online tinggi: Jakarta 83,2, Medan 77,8, Makassar 72,1. Ini menandakan sistem tiket digital mampu memperbaiki mobilitas dan mempercepat layanan publik.
Kesehatan, pekerjaan, dan isu utama
Layanan kesehatan online mendapat skor tinggi di Jakarta (81,1) dan Makassar (74). Portal pencarian kerja juga menunjukkan nilai baik: Jakarta 81, Medan 77, Makassar 73,9.
Namun masalah struktural tetap terasa. Prioritas warga berbeda-beda: Jakarta menempatkan polusi (68,4%) dan kemacetan (66%); Medan menyorot keamanan (58,3%) dan pengangguran (53,2%); Makassar fokus pada kemacetan (52,6%) dan pengangguran (52,5%).
| Indikator | Jakarta | Medan | Makassar |
|---|---|---|---|
| Tiket angkutan umum (skor) | 83,2 | 77,8 | 72,1 |
| Layanan kesehatan online (skor) | 81,1 | — | 74 |
| Pelayanan kerja / peluang kerja (skor) | 81 | 77 | 73,9 |
| Masalah prioritas warga (persen contoh) | Polusi 68,4; Kemacetan 66; Korupsi 51,7 | Keamanan 58,3; Pengangguran 53,2; Korupsi 52,7 | Kemacetan 52,6; Pengangguran 52,5; Korupsi 49,6 |
Kami melihat peluang jelas: memperluas akses layanan, menjaga keberlanjutan operasional, dan mengintegrasikan sistem transportasi-kesehatan-pekerjaan. Langkah ini akan menutup gap yang teridentifikasi oleh smart city index dunia 2024.
Kami juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam layanan publik. Untuk rincian metodologi dan dasar analisis, lihat analisis metodologi.
Kesimpulan
Memasuki 2025, bukti menunjukkan bahwa penentu utama status smart city adalah layanan publik, pengelolaan sumber daya, dan kesejahteraan warga.
Kami melihat peluang besar jika perencanaan urban, transportasi, dan program hunian terjangkau dijalankan konsisten dengan pendekatan human-centric. Tantangan global seperti inflasi dan biaya energi harus direspons lewat kebijakan adaptif.
Kami menegaskan tujuan: meningkatkan kualitas hidup lewat teknologi yang relevan, layanan kesehatan dan layanan publik yang mudah diakses, serta tata kelola yang transparan.
- Data smart city index memberi dasar untuk menutup kesenjangan layanan dan menjaga keseimbangan teknologi dan lingkungan.
- Kami prioritaskan inklusivitas, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dan pengukuran progres melalui city index.
Kami juga mendorong eksplorasi solusi baru, seperti inovasi blockchain untuk pembangunan smart city, agar transparansi dan efisiensi semakin nyata bagi warga.






