Pertamina Gelar Forum Kesadaran Kepemimpinan untuk Memperkuat Data dan AI Governance

Jakarta – PT Pertamina (Persero) baru-baru ini meluncurkan Forum Kesadaran Kepemimpinan: Data & AI Governance, yang diselenggarakan pada Rabu, 8 April. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk meningkatkan tata kelola data serta teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dalam organisasi mereka.
Fundamental Data dan AI Governance
Forum ini menekankan betapa pentingnya data dan AI governance sebagai fondasi untuk menyediakan data yang dapat dipercaya sekaligus menggunakan AI dengan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan operasional Pertamina di masa mendatang.
Peran AI dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital
Dalam presentasinya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa perkembangan AI dan pemanfaatan data dalam skala besar berfungsi sebagai pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Menurut data terbaru, nilai pasar AI di Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar USD 1,8 miliar dan diprediksi akan melonjak hingga enam kali lipat pada tahun 2030.
- Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 355 miliar pada 2025.
- Angka ini akan terus meningkat hingga mencapai USD 365 miliar pada tahun 2030.
- AI diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Expectasi Terhadap BUMN
Nezar juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pertamina melalui forum ini, yang diharapkan dapat menjadikan perusahaan sebagai contoh terbaik dalam pengelolaan data dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki tiga harapan utama terhadap BUMN, khususnya Pertamina: kepemimpinan yang berlandaskan etika, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan keamanan serta kedaulatan data.
Tantangan dalam Pemanfaatan AI
Nezar mengingatkan bahwa penerapan AI tidak tanpa tantangan. Beberapa risiko yang mungkin dihadapi mencakup bias algoritma, pelanggaran privasi, dan ancaman terhadap keamanan siber. Oleh karena itu, penguatan aspek keamanan siber menjadi sangat penting.
Strategi Pertamina ke Depan
Sementara itu, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, menyampaikan bahwa penggunaan data dan AI akan menjadi salah satu pendorong utama dalam penciptaan nilai bisnis Pertamina di masa depan.
Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan nilai digital yang lebih baik.
Membangun Ruang Diskusi yang Konstruktif
Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk bertukar pikiran antara regulator, praktisi industri, dan Pertamina dalam upaya membangun tata kelola data dan AI yang efektif. Inisiatif ini juga menjadi langkah awal untuk membentuk Data and AI Governance Council, sebagai bagian dari visi Pertamina menuju swasembada energi, sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Partisipasi dan Kehadiran Penting
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BP BUMN, Anindita Eka Wibisono, dan Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, M. Erry Sugiharto, serta anggota Pertamina Group lainnya.
Dengan langkah-langkah yang diambil melalui forum ini, Pertamina bertujuan untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi pionir dalam tata kelola data dan penggunaan AI yang bertanggung jawab di Indonesia.
Langkah ini mencerminkan keseriusan Pertamina dalam menghadapi tantangan di era digital, serta komitmen untuk berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital yang lebih luas.





